Selasa, 19 April 2016

Cinta(i)

Cinta, kalian semua pasti sudah tahu apa itu. Kalo kata orang yang pernah saya temui, cinta adalah suatu perbuatan di luar kendali setiap jiwa yang memilikinya, karena apa?

"Apa??"

"Tau nggak???"

"Nggak tahu?"

"Yadah saya kasih tahu mau?"

"Tahu aja apa tahu gejrot?"

Oke, karena dengan cinta, semua manusia akan bisa menjadi sebaik-baiknya manusia, atau menjadi seburuk-buruknya manusia.

Contoh : salah satu teman saya mengatakan kalau saat ini ia sedang mengincar, atau mendambakan sih lebih tepatnya. Seorang gadis manis perawakan tipis dengan rambut yang dikuncir manis tapi bukan artis, dia (teman saya) mengaku kalau akhir-akhir ini menjadi rajin untuk BAB, eh bukan. Dia mengaku menjadi lebih rajin dari biasanya, entah itu bekerja, mandi, beribadah, membersihkan kamar, membersihkan halaman (halaman kantor walikota), atau yang lebih menghebohkan, ia menjadi lebih rajin membeli sabun batangan. Entah untuk apa saya juga kurang tahu, saya masih kecil, belum banyak tahu. -__-

Padahal ia mengaku bahwa sebelum ia mengenal wanita idamannya, ia sangat malas meskipun hanya untuk sekadar bernapas (gile ni orang, napas aja males). Jadi terlihat dengan jelas bukan, kalau cinta bisa membuat manusia berubah jauh berbeda dari sebelumnya.

Contoh lain : (Masih) salah satu teman saya lagi, ia mengatakan bahwa akhir-akhir ini dia menjadi malas sekali untuk mandi, beribadah dan hal-hal positif lainnya, karena apa. Karena e karena, si cewek yang ditaksirnya adalah salah satu kelompok fanatisme suatu genk, genk apa? Genk motor. Motor apa? Rahasia.

Itu lho, genk yang kelihatannya hidupnya enak semua, happy semua. Yang kerjaannya jalan-jalan entah kemana, tentu semau-mau mereka. Yang mereka mengaku menjunjung tinggi sebuah pertemanan lebih dari segalanya. Yang mereka lebih mementingkan keinginan pribadi daripada memikirkan keluarganya, tentu saja terlepas dari kemungkinan bahwa dalam kekeluargaan mereka menjadi korban broken home mungkin, korban kemiskinan mungkin, atau mungkin juga korban dari pil-pil dan minuman-minuman yang kata mereka enak sekali.

Bukan menjelek-jelekan ataupun merendahkan, setiap manusia memang bebas dan wajib dibebaskan untuk memilih apa yang menjadi keinginannya. Di sini, saya tidak akan menambah embel-embel suatu agama atau kepercayaan A atau B. Karena di setiap Agama, beribadah adalah wajib hukumnya. Saya juga tidak akan mengatakan bahwa mereka jarang beribadah, karena kembali ke kalimat pertama di paragraf ini.

Saya rasa, kok bahasannya jadi ke mana-mana ya. Apa karena saya telah digendong sama Mbah Surip. Ah, wateferlah.

Kembali ke cinta. Nah, dari dua contoh di atas, terlihat jelas bukan kalau cinta adalah perbuatan di luar kendali pemiliknya. Yang menjadikan si pemilik bisa berubah atau terpaksa mengubah dirinya.

Epilog

Cinta memang sesuatu yang sangat erat kaitannya dengan makhluk hidup yang bernama manusia. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan? Hal sepele tapi sangat sulit untuk dilakukan, adalah ikhlas. Kenapa ikhlas? Karena dengan ikhlas, kita akan senantiasa menjadi diri sendiri. Entah itu ikhlas dalam hal menerima, atau ikhlas dalam hal gagal mendapatkannya. Sudah jelas bukan? Kalau belum, silakan tanyakan kepada diri anda sendiri, karena saya juga masih mencari jawaban itu. Sekian ~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar