Entah kenapa saya selalu suka melihat mereka melakukan sesuatu yang berhubungan dengan 'mimpi'. Karena saya juga seorang pemimpi pastinya. Pemimpi gila sih lebih tepatnya.
Mereka menjadikan saya lebih greget untuk beradu mimpi, sepertinya menyenangkan; berkompetisi melawan diri sendiri, ketika kita memenangkannya, banyak orang yang akan ikut merasakannya. Sesepele status Facebook, seperti; "Ya Allah, semoga dari apa yang kudapat sekarang, adalah apa yang kau tambahkan di hari yang akan datang" (kata saya) atau "Kepengen deh, jadi anak yang bisa ngebanggain ortu, mulai sekarang berarti harus lebih dalam masuk jurang dan lebih tinggi menerbangkan mimpi" (kata saya juga). Dikarenakan jarang sekali saya melihat status yang sama atau dengan maksud demikian Wah, parah!!!
Menurut saya, kalimat seperti itu terlihat indah sekali. Tampak ada kesungguhan di dalamnya.
"Ya iyalah, kan elu yang nulis sendiri, nengndi ae bebek yo silem"
"-______-"
"-______-"
Oke lanjut~
Masih banyak sebenarnya yang membuat saya merasa greget ketika membacanya, seperti; "Ya Allah, kuatkan hambamu ini. Meskipun selalu disakiti", "Aku lelah Tuhan, kenapa harus selalu seperti ini", "Semua cowok memang sama, nggak punya perasaan", atau "Indomie dulu, bareng kesayangan". -___-
Sumpah status-status seperti itu sangat membuat greget perasaan saya. Rasa-rasanya ingin saya temui siapa orangnya lalu saya berikan semua yang saya punya (dalam wujud kotoran manusia) Bhahahaha. Nggak-nggak.
Jadi begini, memang di era (ceileh bahasanya) seperti ini, dengan bertambah mudahnya kita mengakses teknologi yang di dalamnya berisi berbagai macam kemudahan (kemudahan dalam belajar-mengajar, kemudahan dalam berkomunikasi, kemudahan dalam bermalas-malasan, dan lain sebagainya yang jika ditulis hasilnya akan sama dengan buku KBBI) -___-. Yang nantinya akan ada dampak baik itu positif ataupun negatif dari itu semua, contoh :
- Teknologi saat ini sangat memudahkan kita untuk mengakses informasi-informasi yang (mungkin) belum pernah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Seperti bagaimana cara stalking mantan yang baik dan benar, bagaimana cara ngehack facebook mantan supaya nggak ketahuan, juga bagaimana cebok yang baik dan benar. -___-
- Di sisi lain, teknologi yang semakin hari semakin canggih, semakin mudah kita akses walaupun hanya berbekal "handphone android merk china". Akan semakin membuat kita malas-malasan untuk memahami makna hidup bersosial, yang ada hanya bagaimana kita puas dan merasa hebat dengan diri kita sendiri. Pun dalam hal di saat kita berada dalam posisi yang tidak semestinya kita rasakan, seperti putus dengan pacar, ditikung sahabat sendiri, diselingkuhin sampe berpuluh-puluh kali, dsb.
Dan dari itu semua, kita akan lebih memilih mencurahkan semua apa yang kita rasakan kepada teknologi, dalam hal ini sosial medialah tempatnya. Karena itu, semakin hari semakin banyak pula bermunculan bibit-bibit unggul cabe rawit, terong-terong super, ataupun terong dicabein sisa kemaren alias Basi. Contohnya ya seperti yang saya sebutkan di atas.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Caranya mudah, cukup sms dengan format (Ketik REG (spasi) TJURKHAT (spasi) CURHATAN ANDA lalu kirim ke nomor Ibu atau Bapak anda) mudah bukan?.
~Bukan, bukan itu, aku rasa kita pun tahu, petaka terjadi, karena salah kita sendiri.~
Seperti lagu tadi, kesalahannya ada dalam diri kita sendiri, untuk membenarkannya mudah saja kok, seperti; bijak dalam membual (paling tidak pikirkanlah dulu sebelum kita mengklik 'kirim' atau 'enter' kira-kira akan mebuat risih orang lain, dan menyinggung orang lain atau tidak) memang pasti akan ada yang menyangkal dengan berkata 'biarin aja kenapa sih, facebook-facebook gue, hp-hp gue, berisik lau' seperti itu. Dan bukan hal yang salah, hanya saja anda sangat terlihat sebagai bibit unggul dan penerus generasi michin. Saya turut prihatin -.-
Okelah kalau memang anda nyaman bersosial media dengan style anda yang seperti itu. Tapi, (pasti) akan ada seseorang yang menilai anda dari apa yang ia lihat pada beranda sosial media anda, dan (pasti) akan ada salah satu di antara mereka yang merasa risih bahkan jijik dengan apa yang mereka lihat di beranda sosial media anda. Dan kalau seseorang itu adalah salah satu orang yang penting bagi hidup anda, yasudah. Matilah saja kau.
~Epilog~
Dalam kehidupan manusia, selalu ada hal yang sebaiknya ditampilkan kepada publik dan sebaiknya tidak ditampilkan kepada publik. Dalam hal ini, kreatifitaslah yang seharusnya kita tampilkan dengan wujud tulisan, foto, ataupun video. Agar publik mengenal kita, pada keadaan sebaik-baiknya kita.
Terima kasih sudah membaca, jika ada yang ingin disampaikan atau ditanyakan, silakan, sudah tersedia kolom komentar. Sekian ~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar