Minggu, 12 Juni 2016

Ketika Sebuah Negeri Digeneralisasi Agama Oleh Aparaturnya

Beritahu saya, apa yang kurang hebat dari aparatur negara kita, Indonesia. Dari pembubaran diskusi, pemberedelan buku, penangkapan orang yang punya kreativitas berlebih, dan sekarang, yang paling terbaru, dan hebat (baca : menyedihkan), ketika para pedagang diangkut paksa dagangannya, ditutup paksa lapaknya. Dengan alasan, menghormati mereka yang berpuasa.

Memang, mereka hanya diperintah oleh atasannya. Yang mungkin tidak tahu apa itu kebebasan beragama. Bahwa Iman seseorang, hanya seseorang itu lah yang menentukan. Bahwa Iman seseorang, adalah mutlak menjadi keputusan ia dan Tuhannya.

Kita bukan Tuhan, aparat bukan Tuhan, dan penentu keputusan juga bukan Tuhan, yang mampu mendorong seseorang untuk menuruti keimanan sebuah agama, bahkan menggeneralisir mereka menjadi satu agama, Islam. Bukankah hanya akan menambah persoalan? Menambah buruk citra sebuah agama? Yang padahal Tuhannya saja membebaskan setiap hamba-Nya.

“Ini Indonesia, Pak. Dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika-nya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar