Jumat, 22 Juli 2016

Jangan Salah di Informasi

Sekarang, ada dua jenis manusia yang berbeda di Indonesia;

pertama, orang yang masih sibuk nyari link download game Pokemon Go, sama orang yang masih bingung Awkarin itu obat flu dan batuk jenis apa. kedua, orang yang udah bosen Pokemon Go, bahkan mau bikin game sendiri (misal: The Adventure of My Ena-ena), dan orang yang udah ngelothok sama Awkarin beserta kisah cintanya, bahkan tahu size berapa dan apa model dalemannya.

Di kedua jenis manusia tadi, saya termasuk jenis pertama. Karena saya juga lebih bahagia jadi yang pertama, apalagi di hatimu, Dek. :)))

Oke, saya lewati dulu Pokemon dan berbagai macam artinya, juga Awkarin dan Dada-nya, eh maksud saya Gaga-nya.

Saya cuma mau bahas tentang balon yang ada di video terbarunya Awkarin itu, keren anjir, balonnya nyala-nyala. Itu gimana caranya sih? Beli di mana ya? :((( Nggak nggak, bukan itu. Saya cuma mau bahas tentang proses dari ilustrasi yang saya sebutkan di atas; cara menangkap informasi.

Kalo ngomongin masalah informasi, zaman sekarang siapa sih yang nggak dapet informasi (dan harusnya sih dapet), khususnya melalui gadget dan sosial media (misal dari grup, status teman, postingan official account, atau apalah), tinggal diri kita sendiri aja yang mau gimana nangkep dan nyari lebih banyak lagi. Karena masih banyak orang yang hanya tau dari judul, langsung klik share tanpa ba bi bu.

Lihat aja di facebook, orang yang pada share akun-akun nggak jelas yang mengatasnamakan Pipiek Dian Irawati lah, Ust. Yusuf Mansyur lah, Raffi dan Nagita lah, atau siapa saja yang nggak jelas asal-muasalnya. Itu karena mereka dapet informasi yang menurut mereka valid, padahal akun-akun orang besar seperti mereka hampir pasti sudah di-verified, dan tanpa ada embel-embel "like dan bagikan, kalo nggak kalian bakal bintitan segede bola kasti tepat di jidat". Karena dengan sendirinya, orang pasti akan tertarik untuk menyukai dan membagikan sebuah postingan (kalau nemang postingan itu menarik dan bermanfaat bagi orang lain). Dan kalau kalian kira postingan-postingan dari akun yang nggak jelas siapa itu bermanfaat, ya berarti ada yang salah dengan diri kalian dalam menangkap informasi. Wallahualam bisshawaab.

Sedikitnya ada tiga proses yang sebaiknya dilakukan sebelum kalian membagikan sebuah postingan;

Pertama, ketahui dan cari tahu lebih banyak hal apa yang sedang hangat dibicarakan banyak orang, baik di kehidupan nyata, atau di dunia maya.
Kedua, baca postingan itu sampe selesai, kalau perlu diulang-ulang sampe kita bener-bener faham apa maksud dan tujuan postingan itu.
Ketiga, cari sasaran siapa saja yang akan Anda bagi informasi itu (entah itu pacar, gebetan, selingkuhan, pacarnya gebetan, pacarnya selingkuhan, atau membagikan kepada sosial media lain), lalu klik tombol 'share'.

Selesai. Kalau memang mereka yang anda bagi informasi adalah orang yang suka mencari tambahan ilmu, mereka akan mengajak anda berduskusi membahas hal yang anda bagi tadi. Dan kalau mereka tidak bereaksi, ya mungkin karena mereka sudah banyak tahu sebelum anda bagi infornasi, atau bisa juga mereka tidak tertarik dengan hal yang anda bagi, atau bisa jadi mereka tidak tahu sedang berada di zaman apa, yang membuat mereka apatis dengan informasi, yang menjadikan mereka orang yang ketinggalan zaman.

Akhirul kalam, mari lebih banyak baca lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar