Selamat Pagi, Siang, Sore ataupun Malam wahai pembaca yang Bijak. Semoga kesehatan senantiasa beserta kita di mana pun berada. Pada kesempatan yang berharga ini, saya akan berbicara kepada kalian (yang sejenis dengan saya), Lelaki.
Kuberi tahu, Bung. Lelaki itu;
- Bukan hanya tentang bagaimana bisa mengendarai Ninja yang baik dan benar
- Bukan hanya tentang bagaimana terlihat mentereng dengan celana Cargo merk Carhartt dan selevelnya, T-shirt merk Coconut Island dan selevelnya, dan/atau sepatu Converse CT dan selevelnya
- Bukan hanya tentang bangga dan merasa tinggi dengan wearpack berlogo AHM dan selevelnya
- Bukan hanya bagaimana bisa mengoperasikan sosial media apa saja (yang banyak terdapat mbak-mbak kembalian beli Micin) untuk Anda petantang-petenteng di sana
- Bukan hanya apa saja yang mampu membuatmu terpaksa dilihat para wanita
- Dan bukan hanya tentang apapun yang berdasarkan lembaran kertas pembuat dosa
Tetapi Bung, lelaki sesungguhnya adalah mereka yang tanpa memandang berapa umurnya, bersedia membaca sebanyak yang ia bisa, entah itu buku fisik, E-book, kitabgundul (Promosi, ini nama akun Tumblr saya), koran, majalah, papan reklame, geber pecel lele, atau pun chat zaman dulu bersama mantan kekasihmu. MO DA RO.
Begini Bung, segampang-gampangnya kita manusia dalam mencari ilmu adalah membaca. Apa ternyata kita beda? Kau belajar dengan cara meraba mungkin, atau setelah kau bangun tidur, kau mengetahui semua ilmu yang ada.
Jika seperti itu adanya, Suhu, jadikan saya muridmu.
Karena apa Bung? Karena kita lelaki, manusia pemimpin bagi wanita-wanita kita, menjadi penentu apa yang akan kita jalani bersama wanita kita, dan yang paling penting Bung, kita adalah guru pertama dan terbaik bagi keturunan kita nantinya. Saya rasa blabberan saya di atas sudah cukup, sampai mulut saya berbusa, karena itu juga saya pamit undur diri dari hadapan Anda, Bung (sejujurnya saya takut digebukin dan diarak keliling desa karena celotehan saya).
Selamat membaca Bung, jika pun dalam berpikir kau belum sampai pada tahap itu, bukan urusanku. Karena aku merasa ditugasi terhadap diri sendiri dan kalian tadi, untuk mengingatkan betapa pentingnya kita untuk mereka yang ada di sekitar kita. Sekian. Terima kasih.
Tertanda
Mas-mas yang belum juga muf on dari wanita yang tak sempat dimilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar