Sebelum Sudah
Bisa Tidak?
Sejenak saja gunakan waktumu untuk tidak bermain-main di dalam ingatanku? Tidak hadir di setiap pendar lampu-lampu jalan. Tidak mengganti bunyi detak jam dinding dengan tawamu yang menjanjikan. Tidak membelaiku lewat semilir angin malam saat aku jalan mencari makan. Tidak berhamburan layaknya isi jalan metropolitan sekembalinya aku dari peraduan. Tidak menghangatkan tubuhku melalui setiap teguk kopi yang telah mendingin di tengah malam.
Bisa tidak?
Ajari aku bagaimana caranya untuk tetap tenang sepertimu, dengan ada atau tanpa sesuatu yang harus kau tahan dan kenang sendirian. Atau kalau mau, kau bisa menceritakan banyak hal yang pernah kau alami, yang nantinya akan membuat tidak terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan menjengkelkan yang kuajukan. Tenanglah, telingaku tidak lebih terbuka dari kesediaanmu untuk menjawabnya, aku takut akan terkesan memaksa.
Bisa tidak?
Bayangkan kalau dirimu adalah sebuah tujuan, yang sebagaimana sebuah tujuan. Ia tetap, tidak lari agar dikejar, tidak sembunyi agar dicari, dan tidak abai agar diratapi. Aku rasa tidak, karena kau tak pernah mau tahu siapa dirimu. Akan kutuliskan siapa dirimu, kau adalah daun yang gugur dan terbang tersapu angin–dan angan. Dan aku adalah ranting yang hanya bisa diam–dan jatuh kemudian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar