Kepada Orang Yang Baru Patah Hati (KW 2)
Kepada orang yang baru patah hati. Kau tidak benar-benar terluka, bukan? Menatap nanar rinai hujan sendirian di teras depan dengan segelas anggur di meja bukanlah suatu masalah yang merepotkan. Kau hanya ingin melihat sesuatu yang jatuh tidak selamanya menyedihkan, banyak yang di dalam keterjatuhannya ada sesuatu yang ingin dia angkat atau ingin dia lindungi--salah satunya, hati yang kau miliki.
Kepada orang yang baru patah hati. Kau hanya sedang bermasalah dengan nafsu makan, benar? Menikmati secangkir kopi sendirian di kafe yang menyajikan pendar lampu kekuning-kuningan sudah menjadi hal yang biasa, kan? Senyum tulus para Barista bisa kau curi untuk kau pasang di bibirmu, bahkan kau bisa mendapatkan lebih banyak lagi senyum tulus yang memang hanya untukmulah ia tercipta. Seperti saat kau berikan uang kembalian kepada juru parkir yang sudah memenuhi kewajibannya menjaga sesuatu yang bukan miliknya.
Kepada orang yang baru patah hati. Kau hanya terlalu banyak tugas yang harus segera kau selesaikan, bukan? Masih terjaga di pukul dua malam dan melupakan rencana tidur awalmu adalah hal yang wajar. Bisa juga sesekali kau bayangkan mereka yang terpaksa menaruh peruntungan di lorong-lorong pasar, di kolong-kolong jembatan, yang tidak lagi peduli dengan tidur malam.
Kepada orang yang baru patah hati. Kau akan punya pilihan antara menangisi atau membanggakan hati yang patah itu, kau tidak akan pernah disebut sebagai orang yang salah saat air matamu tumpah. Kau juga tidak akan pernah disebut sebagai orang yang bebal saat kau merasa bangga bahwa patahnya hatimu sama sekali tidak mengubah haluan untuk terus membuat tenang orang-orang di sekitarmu dengan terus adanya senyum di bibirmu.
Kepada orang yang baru patah hati. Ambil patahan hatimu, ajak ia untuk berkenalan, jadikan ia sebagai teman. Kau lebih mampu memahami perasaan temanmu dibanding perasaanmu sendiri, bukan? Berceritalah antara kau dengannya, boncengkan ia di jok belakang motormu, ajak ia berkeliling kota mengunjungi tempat-tempat yang baru--dan tentu saja, kebahagiaan yang baru.
Bekasi, 12 Oktober 2016
kitabgundul.tumblr.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar