Sekarang Kamu Bisa Tenang
Ada lebih banyak kedukaan-kedukaan yang telah selesai kukuburkan. Kamu tahu? Kesederhanaanmu ada di sampingku adalah salah satunya. Kamu mungkin akan menganggap ini sebuah hal yang membuang-buang waktu, tapi kamu juga harus tahu, manusia akan menggila saat dihadapkan dengan kerinduannya.
Akan banyak kemungkinan-kemungkinan yang salah satunya pasti kamu rasakan. Mungkin kamu akan memilih diam saat menghadapi orang pandir sepertiku. Karena jika kamu menanggapi rindu-rindu yang kuajukan, sudah pasti kamu akan kewalahan.
Mungkin juga kamu akan berpura-pura, dengan harapan kamu tidak menyakiti lebih banyak lagi hati. Bagiku tidak, kesakitan orang yang mulai mencintai dan melibatkan rindu, adalah bentuk nyata dari ketaatan akan sebuah hukuman.
Aku memang terlambat mengatakan maaf, tetapi sepertinya rinduku sudah lebih dulu memiliki rasa tahu diri. Ia sadar, kamu anggap ada adalah sebuah kemustahilan, mungkin karena itu juga yang membuatnya berontak dan merepotkan.
Sebelumnya, aku selalu berprasangka semacam itu di setiap malam. Tapi tidak untuk sekarang, aku lebih mampu berdamai dan berkawan dengan rindu itu, sampai batas waktu saat kamu bilang "aku juga merindukanmu".
Bekasi, Oktober 2016
kitabgundul.tumblr.com